Sering Terlupa! 5 Kesalahan Fatal Saat Chat Guru yang Harus Dihindari
Jepara, MAMUMA.sch.id - Pernah nggak sih, kamu merasa sudah kirim pesan ke Bapak atau Ibu Guru tapi nggak dibalas-balas? Atau malah dibalas dengan jawaban yang singkat padat dan jelas? Wah, jangan-jangan ada yang keliru dengan cara kamu memulai percakapan.
Sebagai siswa di lingkungan Madrasah, khususnya kita di MA Manba’ul Ulum Mambak, adab adalah segalanya. Ilmu memang penting, tapi adab tetap yang utama. Nah, biar komunikasi lewat WhatsApp makin lancar dan tetap sopan, yuk hindari 5 kesalahan fatal berikut ini!
1. Panggilan Singkat Tanpa Salam
Kesalahan yang paling sering muncul adalah mengirim pesan diawali dengan "P", "Halo P", atau "Bu/Pak" saja tanpa salam. Di dunia pesantren atau madrasah, ini terasa kurang sopan.
Membuka dengan salam seperti "Assalamualaikum Bapak/Ibu..." bukan cuma soal kesopanan, tapi juga doa. Jadi, hindari ya cuma ketik huruf "P" karena guru bukan teman satu tongkrongan kamu.
2. Langsung "To The Point" Tanpa Kenalan
Perlu diingat, Bapak dan Ibu Guru tidak menyimpan semua nomor siswa yang jumlahnya ratusan. Kalau kamu langsung bertanya, "Pak, tugasnya apa?" tanpa menyebutkan nama, guru pasti bingung.
Selalu gunakan format: Salam - Nama - Kelas - Keperluan. Contohnya: "Assalamualaikum Pak, saya Ahmad dari kelas 11 IPA. Izin bertanya terkait tugas..." Dengan begitu, guru langsung tahu siapa yang diajak bicara.
3. Mengirim Stiker atau Emoji Berlebihan
Stiker memang lucu, tapi tidak semua stiker cocok dikirim ke guru. Apalagi kalau stikernya berisi gambar yang kurang pantas atau terlalu bercanda.
Hindari juga menggunakan emoji yang berderet-deret. Cukup gunakan bahasa yang formal tapi santai. Ingat, WhatsApp untuk pendidikan tujuannya adalah menyampaikan pesan secara jelas, bukan untuk pamer koleksi stiker.
4. Spamming dan Tanda Tanya Bertubi-tubi
Guru juga manusia yang punya kesibukan di luar jam mengajar. Jika pesanmu belum dibalas dalam satu jam, jangan langsung kirim tanda tanya (???) atau menelepon berkali-kali.
Tunggulah dengan sabar. Jika sudah lebih dari 24 jam belum dibalas, kamu boleh mengirim pesan pengingat (follow-up) dengan bahasa yang tetap halus.
5. Menghubungi di Jam Istirahat atau Tengah Malam
Satu poin yang nggak kalah penting: Kenali waktu! Mengirim chat di atas jam 9 malam atau saat jam istirahat sholat itu kurang etis. Kecuali dalam keadaan yang sangat darurat. Usahakan menghubungi di jam kerja atau jam sekolah agar guru bisa merespons dengan nyaman tanpa terganggu waktu istirahatnya.
Cara kita berkomunikasi lewat HP mencerminkan siapa diri kita sebenarnya. Sebagai keluarga besar MAMUMA, mari kita jaga nama baik sekolah dan raih ridha guru dengan tutur kata yang santun, meski lewat layar ponsel.
Post a Comment for "Sering Terlupa! 5 Kesalahan Fatal Saat Chat Guru yang Harus Dihindari"