Jangan-jangan Kamu Pelakunya? Kenali 3 Gejala Bullying yang Sering Dianggap Normal

Jepara, MAMUMA.sch.id -  "Ah, cuma bercanda, jangan baper dong!" Pernah dengar kalimat itu? Atau mungkin kamu sendiri yang mengucapkannya saat temanmu terlihat sedih setelah kamu ejek? Di lingkungan sekolah, batas antara bercanda dan bullying (perundungan) seringkali dianggap abu-abu. Padahal, sesuatu yang kita anggap remeh bisa jadi luka yang mendalam bagi orang lain.

Sebagai santri di MA Manba’ul Ulum Mambak, yuk kita cek lagi, jangan-jangan kebiasaan harian kita masuk dalam kategori bullying!

1. Luka yang Tak Terlihat: Dari Lisan hingga Pengucilan

Bullying nggak selalu soal main tangan atau kekerasan fisik. Ada tiga jenis yang sering terjadi tapi sering dianggap biasa:

  • Bullying Verbal: Memberi julukan buruk, menghina fisik (body shaming), atau mengejek nama orang tua.
  • Bullying Fisik: Menendang, memukul, atau merusak barang milik teman.
  • Bullying Sosial: Mengajak teman sekelas untuk menjauhi atau mengucilkan seseorang tanpa alasan yang jelas. Ini sering kali yang paling menyakitkan karena korban merasa sendirian di tengah keramaian.

2. Bahaya Jempol di Dunia Maya (Cyberbullying)

Zaman sekarang, bullying pindah ke layar HP. Memberikan komentar jahat di postingan teman, menyebarkan foto "aib" tanpa izin, sampai membuat grup WhatsApp khusus hanya untuk menjelekkan satu orang adalah bentuk cyberbullying. Ingat ya, apa yang kamu ketik akan meninggalkan jejak digital dan bisa merusak mental temanmu selamanya.

3. Kenapa Banyak yang Diam? Yuk, Jadi Saksi yang Berani!

Pernah lihat teman dirundung tapi kamu cuma diam? Biasanya, siswa diam karena takut bakal jadi target selanjutnya. Tapi, diamnya kita justru membuat pelaku merasa tindakannya "oke-oke saja".

Kalau kamu melihat atau mengalami sendiri, jangan takut! Kamu bisa melapor ke Guru BK atau Waka Kesiswaan. Tenang saja, identitas pelapor akan dijaga kerahasiannya. Melapor bukan berarti "tukang mengadu", tapi itu adalah bentuk kepedulianmu untuk menjaga kedamaian di MAMUMA.

Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang paling lembut hatinya. Beliau bersabda: 

 المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)   
Artinya: “Muslim yang sempurna imannya adalah seseorang yang orang Muslim lainnya selamat dari gangguan lidah dan tangannya” (Muttafaqun ‘alaih).

Artinya, kalau kita mengaku sebagai muslim yang baik, kita harus bisa menjamin teman-teman kita merasa aman saat berada di dekat kita. Tidak ada ejekan, tidak ada hinaan, yang ada hanya saling menghargai.

Menjadi keren itu bukan dengan cara menjatuhkan orang lain, tapi dengan menunjukkan prestasi dan akhlakul karimah. Yuk, kita mulai dari diri sendiri untuk berhenti melakukan perundungan sekecil apa pun.

Kalau kamu melihat ada tindakan bullying di kelas, yuk jangan ragu untuk berbisik ke Bapak/Ibu guru atau kirim pesan ke layanan pengaduan sekolah. Mari buat MAMUMA jadi rumah kedua yang nyaman buat kita semua!

Post a Comment for "Jangan-jangan Kamu Pelakunya? Kenali 3 Gejala Bullying yang Sering Dianggap Normal"